UPBS BRMP Sayuran Laksanakan Audit Survailen I SMM SNI ISO 9001:2015
Lembang, 3 September 2026 — Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) melaksanakan Audit Survailen I Sistem Manajemen Mutu (SMM) SNI ISO 9001:2015 pada Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Tahun 2026. Kegiatan audit berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026, sebagai bagian dari evaluasi penerapan dan peningkatan berkelanjutan sistem manajemen mutu UPBS.
Kegiatan diawali dengan pembukaan audit yang dilaksanakan secara hybrid pada Selasa (1/9) di Ruang Display BRMP Sayuran. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka memastikan penerapan SMM pada UPBS berjalan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Kegiatan audit dilaksanakan oleh tim auditor Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (LSSMBTPH) bersama manajemen UPBS BRMP Sayuran, subkoordinator, penanggung jawab produksi, dan tim UPBS yang terlibat dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu. Tim auditor LSSMBTPH terdiri atas Roni Ramadhan, S.P., M.P. selaku Ketua Tim, Slamet Syaifuddin, S.P. selaku Anggota, serta Dwi Retno Aryati, S.P., M.P. dan Nuraisyah, S.P. sebagai Auditor.
Kepala BRMP Sayuran, Hadis Jayanti, S.P., M.P., Ph.D., dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim auditor serta berharap pelaksanaan audit dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan UPBS.
“Kami berharap pelaksanaan Audit Survailen I ini dapat memberikan masukan dan saran yang konstruktif untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan perbenihan, khususnya di UPBS.”
Selama pelaksanaan audit, tim auditor melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem manajemen mutu pada UPBS, termasuk aspek produksi, mutu produk, manajemen, administrasi, serta pelaksanaan kegiatan perbenihan.
Audit juga menjadi momentum bagi tim UPBS untuk memperoleh masukan terhadap pelaksanaan sistem yang selama ini telah berjalan. Hasil audit kemudian dipaparkan pada kegiatan penutupan pada Kamis (3/9).
Hasil audit memberikan sejumlah catatan dan masukan yang perlu segera ditindaklanjuti oleh tim UPBS untuk mendukung perbaikan berkelanjutan dalam penerapan sistem manajemen mutu.
Mewakili manajemen balai, Kepala Subbagian Tata Usaha, Makful, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada tim auditor dan seluruh tim UPBS yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan audit. Menurutnya, hasil audit menjadi masukan penting untuk melihat ruang perbaikan yang masih diperlukan dalam penerapan sistem manajemen mutu.
“Inilah keistimewaan dari sistem manajemen mutu, yaitu diberikan celah atau ruang perbaikan yang berkelanjutan. Jadi tidak ada istilah final di sistem manajemen mutu, adanya adalah perbaikan yang berkelanjutan.”
Lebih lanjut, hasil audit menyatakan bahwa SMM UPBS layak dengan catatan, sehingga seluruh temuan yang disampaikan auditor perlu segera dipenuhi melalui rencana aksi perbaikan.
Pelaksanaan Audit Survailen I Tahun 2026 kemudian dinyatakan selesai dan ditutup secara resmi. Hasil audit diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendorong peningkatan penerapan SMM secara konsisten dan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan UPBS serta kegiatan perbenihan di BRMP Sayuran.